Minggu, 16 Maret 2014

PELARIAN  HATI

Mira buru – buru  berlari menuju tempat duduknya.
“Jam dirumah loe rusak? jam segini loe baru datang”, Tanya Nana teman sebangkunya
“ha..ha..ha, iya kemarin gw belajar buat ulangan ntar,jadi bangunnya kesiangan dah”. Jawab Mira begitu sumringah,dengan tawa lebar di bibir manisnya.
“Serius loe belajar?,belajar telponan kali?”
“iya serius…,serius telponan maksudnya,hehe…”, bisik Mira
“Emang kemarin Alex telpon loe?gimana katanya?,kapan dia pulang?”
“Minggu depan,gak sabar gue pengen ketemu dia”
Percakapan itu terhenti ketika Guru mulai datang dan ulangan pun dimulai.
                      Semua berjalan lancar seperti biasanya, Alex pun datang menemui Mira,cewek yang  dipacarinya hampir 1 setengah tahun semenjak ia mesti melanjutkan kuliah di luar kota. Alex begitu menyayangi Mira, Mira begitu periang dan menyenangkan. Itulah sebabnya Alex sanggup menanti Mira sampai ia lulus SMK nanti dan kuliah di universitas yang sama dengannya.
                       Hari berganti hari kini usia pacaran mereka nyaris 2 tahun. Mira akhirnya mengikuti magang di sebuah perusahaan.
“Kamu anak magang baru, tolong ya fotocopiin data ini!”,suruh seorang pegawai di perusahaan itu.
Mira terbelalak memandang pegawai di perusaahan itu, cakep banget, lebih dari Alex
“Nama Kamu siapa?”
Mira diam sambil mengambil data yang diserahkan cowok itu.
“Halooo..nama kamu siapa?”, cowok itu bertanya kembali
“Haahh….ia pak,nama saya Mira yunita” jawab Mira kelabakan
“Ya udah fotocopy data itu dan bawa keruangan saya segera”
“iya pak.jawab Mira
                  Mira merasakan cowok itu adalah cowok sejati dan mapan, hati Mira rasanya diketuk – ketuk untuk mengikuti cowok itu. Data telah dfotocopy dan diserahkan.
               Sebulan sudah Mira magang di perusahaan itu, Mira akhirnya tau kalo cowok yang ia taksir itu adalah pegawai senior bernama Rio.Mira berusaha mencuri perhatian Rio,yang akhirnya membuat mereka semakin akrab, itu membuat Mira sampai lupa mempunyai hubungan jarak jauh dengan Alex kekasihnya. Hubungannya dengan Alex mulai renggang, namun hubungannya dengan Rio semakin dekat. tepat saat itu pula  Alex merasa tau kalo Mira banyak berubah ,Alex banyak bertanya pada Mira dan meminta Mira untuk pindah tempat magang.
“Belakangan koq kamu cuek banget Mir,kamu gak kaya biasanya,kalo cuek gini terus,aku curiga kamu ada apa – apa ditempat magang kamu”
maksud kamu?”
“ya…..”
Mira memenggal perkataan Alex
“Kamu curiga….?,aku disana magang, kamu fikir aku ngapaen disana?”
“Iya,kamu pasti selingkuh kan ama temen magang disana?udah kamu pindah magang aja..,tapi kalo kamu pindah tempat magang, pasti kejadiannya sama juga, kamu terlalu kecentilan jadi cewek!”
“Maksud kamu apa kecentilan??,aku tu cari nilai ditempat magang, enak aja minta pindah – pindah, emang perusahaan itu milik nenek moyang lo!”
Alex dan Mira akhirnya selalu bertengkar dengan topic yang hampir selalu sama , itu membuat mereka makin menjauh dan jauh.
                Ditempat maggang Mira tetap menebar pesona pada Rio, disisi lain Rio baru saja memiliki pacar bernama Diana,mereka baru saja menjadi sepasang kekasih. Diana adalah cewek berpenampilan sederhana dan apa adanya. Rio menjadikan Diana pacar hanya karena ia menghargai kakaknya yang menjodohkannya dengan Diana.
“Rio, tau gak Aku sayang banget sama kam” Kata Diana saat mereka berdua berkencan
“Iya..aku tau, aku bisa lihat kebahagiaan itu dimatamu”
“tapi kenapa aku tak bisa melihat cinta dimatamu ?tanya Diana
“Oya,..?itu hanya perasaanmu saja koq ,perasaanku sama seperti apa yang kamu rasakan saat ini.”
Diana tersenyum lembut. Memeluk Rio dengan penuh bahagia. Tiba – tiba hanphone Rio berdering, rupanya Mira menelpon Rio dan mengatakan ia sudah putus dengan Alex.
“telpon dari siapa Rio?”, Diana penasaran
“ini dari Mira anak magang di kantor,katanya dia baru putus sama pacarnya”
“iya terus koq laporan ke kamu..?,pacarin aja gi…!”
“Gak lah sayang ,dia masih sekolah,lagian dia udah kaya adik aku sendiri, di kantor tu aku dah dijadiin tempat curhatan mereka, masalah mereka dipercayain ke aku.,gitu,jangan cemburu gitu”
“iya deeh,,,tapi ingat kamu  jangan terlalu sibuk nasehatin orang, ntar kamu gak punya waktu untuk nasehatin diri kamu sendiri, atau malah kamu gak punya waktu untuk aku,saking sibuknya dengan urusan orang lain.”
“iya sayaang, aku gak kaya gitu koq, aku masih punya banyak waktu utnuk kamu…”jawab Rio.
                  Hari senin datang, artinya Rio mulai sibuk bekerja kembali, ia Nampak bersemangat belakangan ini, mungkin dibalik ini karena ada Mira, anak magang yang manis dan lucu. Dan sepertinya ada ketertarikan antara Rio dan Mira. Mereka seperti saling menyukai, apalagi setelah Mira putus dengan Alex.
“Mira….sepertinya disini ada perasaan berbeda”,terang Rio sambil menunjuk kearah dadanya.
“Perasaan apa kak?”, Mira sering memanggil Rio dengan panggilan kakak, karena perbedaan umur beberapa tahun saja.
“Mira….kamu sayang gak ama diri kamu sendiri?”
“iya, sayang lah kak, koq nanya pertanyaan kaya gitu?”
“Kalo kamu sayang ama diri kamu sendiri, berarti kita sayang sama orang yang sama”
“maksud kakak?”, Mira pura – pura penasaran, padahal ia sangat mengerti dengan maksud Rio.
“aku sayang kamu Mir, kamu lucu, manis dan selalu bisa bikin aku merasa nyaman”
pipi Mira memerah malu mendengar pujian dari seniornya itu.
“kamu mau gak jadi pacar ku?”
“Beneran kak?”
“Iya bener,,kamu mau kan?”
“iya kak, aku mau jadi pacar kamu”
Rio terlihat begitu bahagia, Mira pun bisa mendapatkan cowok sebagai pengganti Alex.
“aku akan sangat bahagia memilikimu Mira”,kata Rio
Mira diam ,meskipun ia bahagia, tapi sebenarnya dihatinya begitu dilema ,apakah ia telah tepat menerima Rio, ditengah perpisahaannya dengan Alex. “Tidakkah ini hanya pelarian semata,karena  aku masih sangat mencintai Alex”, fikirnya.

Esok harinya Rio pun menemui Diana, dan meminta berpisah dengan Diana, yang baru saja ia pacari beberapa minggu lalu.
“Diana…,aku bakal keluar kota”
“iya ,terus kenapa, kita kan  bisa komunikasi lewat handpone atau jejaring social, koq kamu ngomongnya gitu ,kaya mau pergi jauh banget”
“iya…. Aku memang bakal pergi jauh..”
“gak apa- apa Rio, aku pasti tungguin kamu koq, aku pasti setia untuk kamu”
“masalahnya bukan itu, aku gak mau membebani kamu, aku gak mau kamu terlalu lama dalam penantian”
“aku makin gak ngerti ama apa yang kamu omongin”
“aku pengen sebelum aku pergi, aku menyelesaikan semuanya,aku pengen kamu tenang tanpa penantian”
“gimana caranya…”
“Maafin aku Diana, aku harus pergi membawa hatiku juga, aku mau kita akhiri hubungan kita sampai disini saja.”
Diana tak menjawab, membungkam adalah jalan yang ia pilih, tanpa bertanya lagi Diana lalu berlari meninggalkan Rio
“Maafin aku Diana” teriak Rio.
               Gak terasa sekarang udah 2 bulan Mira dan Rio resmi pacaran, Mira selesai magang dan Rio  dipindahtugaskan ke luar kota, Rio baru boleh pulang 1 tahun lagi, karena urusan kantor yang harus ia selesaikan. Ditengah kesibukannya Mira masih bertahan dalam penantian, meskipun saling berkomunikasi ,Mira merasa kesepian tanpa Rio, sampai akhirnya Alex kembali datang mengusik hati Mira, tanpa sadar Mira kembali jatuh cinta pada Alex, dan tidak bisa dipungkiri kalalu ia masih sangat mencintai Alex, bahkan ketika  ia menerima Rio sekalipun, baginya Rio hanya pelarian semata, setelah ia kehilangan sosok Alex. 
           1 tahun sudah berlalu, hari ini adalah hari yang Rio tunggu, ia akan pulang menemui  Mira, yang sangat ia rindukan. Tapi dirumah Mira saat itu ada cowok lain, yang tak lain adalah Alex.
“Mira….siapa cowok ini?”Tanya Rio yang baru saja sampai
“gue Alex cowoknya Mira…”jawab Alex
“loh…apa-apaan ini Mir, apa yang kamu lakuin dibelakang aku selama ini?,bukankah kamu berjanji menungguku…”
Mira bingung mengungkapkan perasaannya, Mira tentu saja sangat mencintai Alex,tapi ia tak bisa mengungkapan seterus terang itu pada Rio, cowok yang juga sangat mencintainya
“Jadi kamu ngeduain aku selama ini?, …Mir, sekarang kamu jelasin apa mau kamu..!”,bentak Rio
“Kak Rio, aku memang menyukaimu kak, tapi aku jauh lebih mencintai Alex. Meskipun awalnya kita saling tertarik,tapi Aku baru sadar Aku menerima kakak hanya karena aku kehilangan sosok alex saja,kakak……hanya pelarian hatiku…..”
“aku seperti peran pengganti buat kamu!,hebat kamu Mir,, kamu sudah sangat pintar mempermainkan perasaan orang lain”
“Maafin aku kak,,aku pengen sama Alex kak, dia yang selama ini menemani hari –hariku”
Meskipun penantian itu berbuah pahit,Rio pun dengan sakit hati menerima perlakuan Mira ,tapi ia sempat mengingat  Diana, yang pernah ia sia –siakan demi mengejar Mira,
“Diana….” Panggil Rio ketika menemui Diana
“Rio….”, Diana mengahmpiri Rio dan menjabatkan tangannnya.
“Apa kabar kamu?”
“Aku baik – baik saja !”
“Gimana hubungan kamu ama Mira..?”
“koq kamu tau Mira?”
“Mira itu sepupu aku ,Mira sendiri cerita sama aku, dia juga udah certain semuanya ke aku,saat itu aku sadar, kamu hanya anggap aku itu Cuma batu loncatan untuk menemui cinta yang lain.”
“Tapi itu dulu Ra, sekarang Mira udah kembali bersama Alex, Mira hanya menganggapku sebagai pelarian semata,”
“gimana perasaanmu mengetahui kamu hanya pelarian?sakit kan?”
“iya sakiit ….”
“itu juga yang pernah aku alami ketika kamu pergi tinggalkan aku karena mengejar Mira. Meskipun karma itu sudah sangat jauh datangnya, tapi kamu sekarang kamu tahu gimana rasa sakit itu”
Rio meraih tangan Diana dan berkata
“Maafin aku Ra, biarlah itu jadi masa lalu, sekarang kita perbaiki semua, dan mulai dari awal lagi,aku masih sayang padamu”
“Gak Rio, pelarian hati itu sangat menyakitkan,…lebih baik aku sendiri, daripada aku menghabiskan waktuku denganmu,aku gak mau kembali jadi pelarianmu lagi setelah kamu kehilangan Mira, sekarang kita jalani saja hidup kita masing – masing ya!”
“Tapi Aku mau bersamamu ana, ,”
“Gak Rio, itu hanya ucapan mu sementara, jika besok kamu menemui cewek yang lebih sempurna dari aku, kamu pasti juga akan lakukan hal yang sama lagi.jadi udahlah,lebih baik aku sendiri”
Rio tak bisa berkata banyak,  rasa sakitny tertumpuk –tumpuk dihatinya , ia telah kehilangan Mira dan Diana, hanya karena pelarian hati.
“Rio…,Kamu boleh aja permainkan perasaan orang, kamu boleh saja mencintai dan memutuskan hubungan dengan seseorang sesuka hatimu, tapi ingat ketika karma itu datang, kamu baru akan sadar,gimana  rasa sakit orang yang telah kamu permainkan!”.tutur Diana seraya melepaskan pegangan tangan Rio.

Kamis, 13 Maret 2014

Keyla’s Love
        
  Hujan rintik rintik menemani pagi ini, Keyla
tak bisa lagi beraktifitas ke kantor. Hujan pagi ini membuatnya teringat ketika melewati hari –hari yang begitu bermakna bersama Adi,pacarnya. Menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Keyla kemudian mengambil handphone dan menelpon Adi. Terlalu banyak waktu untuk menelpon, namun hujan tak juga reda.
Setelah matahari mulai melawan hujan, akhirnya Adi datang menjemput. Keyla dan Adi berangkat ke kantor. Hari ini adalah hari istimewa bagi keyla ,karena hari ini Adi bisa menjeputnya.  Adi memang terlalu sibuk dengan pekerjaanya, tapi Adi selalu sempat memberi perhatian pada Keyla.
Tiap hari terlewati,sampai menginjak 3 tahun berpacaran, Keyla begitu bahagia memiliki Adi, tak terlintas difikirannya, untuk pergi sedetikpun dari Adi, cowok yang selalu menemani hari- harinya.
Hari ini adalah hari ulang tahun Adi, Keyla sibuk mempersiapkan kue yang ia buat sendiri special untuk Adi, Keyla memang memiliki sisi yang lebih romantis dibandingkan Adi. Semua hal telah ia persiapkan dengan sangat matang. Keyla pun datang ke kantor Adi dan memberikan surprise  disaksikan teman-temanya.

“ Happy birthday ya sayang ” , seru Keyla
Adi hanya diam,seperti  tidak senang dengan perayaan itu
Keyla yang selalu ceria ,seru sendiri disaksikan teman – teman Adi. Adi lalu menarik tangan Keyla, untuk berbicara.
“Keyla….untuk apa semua ini? ”
“Ini untuk ngerayain hari ulang tahun kamu sayang…”
“Iya…tapi gak kaya gini juga caranya, kekanak – kanakan banget tau,pake bawa kue segala,emang aku anak kecil” ,bentak Adi
Keyla bingung,tak mengerti dengan apa kesalahan yang ia lakukan. Keyla dengan tampang polosnya pergi karena ucapan Adi.
                Keyla memang seperti itu, di umurnya yang udah mendekati 23 tahun ,ia tetap seperti kekanak- kanakan. Sedangkan Adi selalu merasa sok dewasa,
Keyla terlalu memuji Adi ,baginya Adi adalah yang terbaik, tidak ada lagi tempat lain dihatinya selain Adi. Tapi Adi berbeda belakangan Adi merasa kalau wanita yang ia pacarinya itu adalah wanita yang masih berusia 10 tahun lebih muda dari umurnya. Adi mulai jenuh dengan sifat Keyla, Adi mulai tak peduli pada cewek yang sudah menemaninya 3 tahun belakangan ini.
             Awal bulan Januari ini, Keyla mendapat musibah, ia mesti dirawat di rumah sakit, beberapa kali Keyla menghubungi Adi, tapi adi tak pernah mau peduli, baginya Keyla hanya anak kecil yang terlalu haus akan perhatian. Semenjak saat itu Keyla sadar dengan perubahan yang terjadi pada Adi,  Keyla mulai bertahan, bersabar dan berubah menentukan sikapnya. Adi mulai tak terdengar gaungnya lagi.. suatu ketika Keyla bertanya pada Adi.

“Masihkah ada Cinta untukku. Adi?”
Adi tak menjawab, acuh tak acuh pada Keyla
“Bisakah kamu menjawab pertanyaan itu?”
“Jika aku tak punya perasaan itu, apa tanggapanmu?”
“Kalau kamu tak mencintai ku lagi, tinggalkan aku disini sendiri, untuk apa kita bersama , kalau tidak ada cinta antara kita”.
“Kamu bersedia mendengar apapun keputusanku??”
“Iya…Apapun itu asal itu membuatmu bahagia, aku akan bersedia” , jawab keyla
Kali ini sepertinya keyla gerah dengan sifat Adi, bertahan bukanlah cara yang tepat untuk menghadapi Adi. Adi terlalu egois mengartikan kasih sayang Keyla,tapi Keyla memang masih sangat kekanak- kanakan.
Sehari dua hari mereka bisa berpisah, tapi pasti kembali lagi, kemudian putus lagi kemudian kembali..sampai berulang – ulang kali. Ini adalah awal bulan februari, tepatnya februari ke empat yang mereka lalui dan mereka balikan lagi.
Keyla belakangan sudah semakin matang dan dewasa, namun sepertinya sekarang Adi yang kekanak-kanakan. Ketika itu ia melihat Keyla bersama seorang cowok, seorang teman nya, Adi begitu gusar,marah tidak karuan pada Keyla. Sedangkan Keyla merasa ia tak memiliki salah, karena cowok yang sedang  bersamanya itu tidak lain adalah hanya temannya. Tapi adi tak pernah percaya itu.         Berhari – hari di bulan kasih sayang itu Adi begitu membenci Keyla, hanya karena salah paham. Keyla sudah berusaha menjelaskannya berulang-ulang,tapi itu tak cukup membuat Adi tenang.
Adi kemudian berpaling pada Riska, cewek teman sekantornya. Riska tentu lebih cantik dari Keyla. Tapi hatinya belum tentu lebih baik dari Keyla.  Untuk beberapa hari Adi tak memperdulikan Keyla, semakin tak peduli  pada Keyla. Keyla tau kekasihnya itu telah banyak berubah, bukan Adi yang pernah ia kenal dulu.
Hujan mulai deras awal bulan ini. Keyla menunggui Adi didepan kantornya, tapi secara nyata Keyla melihat Adi jalan bareng dengan Riska. Itu membuat Keyla kecewa. Tapi Keyla tetap bersabar.
Ini adalah  2 hari sebelum hari kasih sayang tiba. Keyla sudah mempersiapkan kado untuk diberikan pada Adi. Keyla mulai melupakan semua luka yang telah Adi torehkan di hatinya.
“Sayang ,malam valentine nanti kita kemana?” ,Tanya Keyla pada Adi
“aku sedang gak kepengen kemana – mana key..”  jawab Adi ketus
“koq gitu..bukannya kita selalu ngrayainnya seperti tahun – tahun lalu?”
“Udah, jangan cerewet, itu dulu key…kita dulu kekanak –kanakan banget ya,, valentine tu bukan hari itu aja.tiap hari kita bisa rayain valentine dengan kasih sayang, jadi udahlah jangan berlebihan banget menilai valentine”
“terus kenapa dulu kamu selalu mau merayakannya ,terus kenapa baru sekarang kamu bicara kaya gini, kamu sadar gak penjelasanmu tadi itu menyakitkan di…”
“justru kamu yang mesti sadar key,kita dah dewasa, jangan terlalu kekanak – kanakan menilai hal kecil kaya gitu, untuk apa kado?, untuk apa perayaan?, gak ada pentingnya tau..”
“Kaya gitu ya ….,kenapa kita jadi berantem kaya gini sih Di,, kalo kamu gak mau ngrayaain bareng aku, ngomongnya baik – baik dong, gak perlu ngatain aku kekanak- kanakan ato apalah, gimana kalo kita dinner aj,sekedar melewati malam kasih sayang itu.?”,Keyla berusaha mengalihkan emosi Adi
“Gak perlu…, aku rasa aku dah mulai bosan dengan sifat kamu Key,”
“Maksud kamu”
“Kita Putus aja Key,kayaknya ini jalan terbaik untuk kita”
Keyla terkejut dengan perkataan Adi
“Apa..? Tapi salahku apa  Di..?”
“gak perlu banyak alasan untuk mutusin kamu..”
             
  Ingin rasanya Keyla tak mesti menangis, ingin terlihat tegar, tapi air mata tak bisa berbohong, ia harus selalu mengalir di sela- sela akhir perpisahan itu. Hati rasanya remuk, kenapa Adi setega itu padanya, Keyla kemudian menutup lembaran lama itu, memulai membuka lembaran baru dengan kertas baru berharap bisa kembali ditulisi tinta cinta baru.
Ini adalah bulan Maret, Bulan pertama yang mampu Keyla lewati sendiri. Dengan  idenya ia membuat akun FB baru hanya iseng- iseng belaka. Dari situ Kemudian ia add seorang cowok bernama Erdy . dan dari situlah Erdy dan Keyla berkenalan,sehari, duahari ,tigahari ia mengenal pria ini, yang ternyata Erdy adalah kakak kelasnya waktu duduk dibangku SMP. Hari kelima Erdy yang sering ia temui menyatakan perasaanya.
“key..aku suka padamu, .”
Keyla setengah tidak percaya, kalau lelaki setampan dan setajir Erdy menyukainya. Kenapa secepat ini Erdy menyatakan perasaanya padaku, fikir Keyla.
“Serius km?”,lanjut Keyla
“iya serius…”
“Kenapa secepat ini , bukankah kita baru berkenalan?”, Tanya Keyla penasaran
“Karena aku gak punya banyak waktu lagi Key…”
“Iya,,,,tapi aku belum bisa jawab,”
“iya,,aku tunggu jawaban mu “jawab pria manis berlesung pipi ini
setelah perpisahannya dengan Adi ,baru hari ini ada pria yang membuat hatinya bergetar dan kembali hidup.
keesokan harinya  Erdy datang kembali, membawa senyum manisnya dan datang menagih cinta pada Keyla.
“Key,,bagaimana, apa kamu mau jadi pacarku?”
“haruskah sekarang jawabannya?”
“Iya key…2 hari lagi aku mesti ke luar negeri melanjutkan kontrak pekerjaanku,kita hanya bisa bertemu sekarang dan besok.
“Tapi……”
“Tapi  apa key…kalau kamu menerimaku ,aku sangat berharap kamu setia padaku,tunggu aku setahun,dan aku akan pulang kembali”

                Keyla masih bingung dengan perasaanya, aku pasti masih bermimpi Tuhan, Erdy terlalu sempurna untukku,sedang aku tak kan pernah pantas mendampinginya,ini seperti pungguk merindukan bulan rasanya aku pungguk yang tak kan mungkin menjangkau Bulan, meskipun Bulan selalu menerangi semua sisi gelap yang ia temui. Aku harus sadar diri,aku gak boleh suka padanya.fikir Keyla
“Key…….”, Erdy membangunkan Keyla dari lamunannya.
“mmmhmm ….iya,,kenapa?”
“Lho..koq kenapa…jawabanmu apa Key,aku tadi nembak kamu….”
“Maaf,,,,aku gak bisa Er….”
Erdy diam kembali, entah apa yang ia fikirkan.
“Iya..kalau itu mau kamu,gak apa –apa Key ” jawab Erdy tenang.
“Maaf, aku gak bisa nolak kamu Er..” lanjut Keyla sambil tersenyum,meskipun ia sendiri bingung apakah Erdy serius atau tidak dengannya.
Erdy pun meraih tangan Keyla Seraya berkata
“makasi ya Key, aku sayang banget sama kamu, kamu berjanji kan setia nunggu aku sampe  aku pulang lagi nanti kan,”
“Iya Er..aku janji..”
“Janji kan kamu gak bakal tinggalin aku?”
“Iya Sayaang,aku janji…”jawab Keyla sambil mengacungkan jari manis nya pada Erdy, dan Erdy pun membalasnya sambil mengelus rambut Keyla.
Mereka berdua Nampak bahagia sebagai pasangan baru di malam minggu itu.

**Minggu Pagi…**
“Selamat pagi Cinta” sapa Erdy didepan rumah Keyla
“Pagi sayang, “
“anterin aku pergi beli barang – barang perlengkapan buat berangkat besok ya?”
“iya….”jawab Keyla senang
Pagi itu pun semua terasa begitu indah, Keyla masih merasa mimpi bisa jalan dengan cowok seganteng Erdy, dalam hatinya dia masih tetap merasa kalau yang sekarang ia alami hanya sebuah mimpi yang pasti akan berakhir ketika ia terbangun nanti. Ketika mereka berjalan ditengah keramaian,semua pasang mata tertuju pada kedua pasangan ini. Keyla merasa risih, ingin tahu apa yang sebenarnya orang – orang fikirkan tentang dirinya.  Apakah orang- orang berfikir kalo mereka pasangan serasi ataukah sebaliknya.
Akhirnya sampai malam pun tiba, Erdy meraih tangan keyla dan mencium keningnya,
“ada yang ingin kuceritakan padamu.”
“apa…?”Tanya Keyla penasaran.
“sebenarnya aku sudah bertunangan”
“maksud kamu…?,kamu becanda kan?”

“gak,aku sama sekali gak becanda,bahkan aku lebih dari sekedar serius”
“terus kenapa,kamu pacarin aku….”
“Maaf….mungkin ada baiknya kita temenan aja”
Keyla menarik nafas dalam – dalam, melepaskan pegangan tanganyya, dia seperti kembali bangun dari tidurnya selama beberapa hari ini. Keyla pun tak berusaha kembali bertanya alasan mengapa dan mengapa  kemarin Erdi menyatakan perasaanya, dan memutuskannya kembali hanya dalam waktu 24 jam.
“Ternyata benar ya ini cuma Mimpi..” ,kata Keyla lemas
“Maafin aku key….aku berangkat besok,kamu jaga diri baik – baik ya..”,kata Erdy sambil mengusap rambut Keyla seperti yang selalu ia lakukan.
              Akhirnya Keyla menutup akhir minggu ini dengan luka kembali dihatinya. Terbangun dari mimpi yang begitu indah, bermimpi memeluk pangeran. Perpisahan itu sempat membuat Keyla menangis, meskipun ia baru saja mengenal cowok itu, tapi kenangan beberapa hari bersamanya membuat ia begitu bahagia, mimpi itu terlalu manis untuk dilupakan.
           Tulisan dari tinta cintanya harus ia hapus kembali. Keyla hanya bisa  mengenang apa yang masih bisa ia kenang, melupakan apa yang mesti ia lupakan. Bukankah Cinta itu Anugerah, ketika kita berusaha mencintai seseorang, harusnya kita sudah tau resiko untuk kehilangannya. Tuhan pasti punya rencana – rencana indah dibalik kegagalan yang telah kita lewati,karena Cinta tak akan pernah mengarahkan kita pada orang yang salah,tapi Cinta hanya memberikan waktu kita lebih bersabar untuk menemukan orang yang tepat. “Keyla, Cinta itu terlalu indah untuk ditangisi”.

Selasa, 11 Februari 2014

MEMELUK HATI FINO


Di malam yang tenang Mira duduk menyendiri
 “Sudah kuputusakan untuk menjauh darinya,aku fikir aku tak akan mungkin bisa menjadi bagian dari hidupnya” Fikir Mira
Satu tahun lebih Mira menutup hatinya untuk Fino, cowok yang pernah mengisi relung hatinya. Bukan karena Mira sudah tidak lagi mencintai Fino, tapi Mira lebih memilih pergi setelah vonis dokter tentang kanker yang bersarang di otaknya. Mimpi memiliki dan dimiliki Fino hanyalah sebuah mimpi besar yang tidak akan pernah tercapai. Tapi Fino tidak pernah tahu itu. Bahkan mimpi hidup bersama – sam Fino sampai sepanjang usia itu hanya akan sia – sia belaka karena tak lama lagi Mira pasti sudah tiada.
Belakangan Fino sudah memang sudah mengatakan pada Mira

“Mir….aku mencintaimu, apapun, bagaimanapun kondisimu..karena aku mencintaimu apa adanya”

tapi kata – kata itu tak cukup  meyakinkan Mira untuk bertahan demi cintanya. Mira lebih memilih bungkam membunuh sejuta harapan bersama Fino.
Fino begitu lelah berlari mengejar cinta Mira.segala upaya ia lakukan,tapi itu tak bisa merubah keinginan Mira untuk meninggalkannya. Cinta  Fino semakin lama semakin tak berujung,seperti layaknya sebuah cincin , hanya berputar disitu saja tanpa ada ujungnya, meskipun masih berbekal cinta tulus untuk  Mira, akhirnya Fino bertemu Nia,wanita manis yang mampu meluluhkan kerasnya hati Fino. Entah karena Fino sudah tak mencintai Mira lagi atau hanya pelampiasan semata,itu hanya Fino yang tau itu.
Perlahan keadaan mengubah segalanya, Fino telah jatuh cinta pada Nia. Tanpa tahu lagi keberadaan Mira, Fino memutuskan menikah dengan Nia,berjanji untuk setia sehidup dan semati.
Tapi 1 bulan sebelum pernikahan itu berlangsung Tuhan memberi kesempatan Fino dan Mira bertemu ditengah ketidaksengajaan.
“ Mira……………..”, sapa Fino saat itu
Mira pun tersenyum dan saling bertukar cerita pada Fino. Begitu banyak hal yang telah terlewatkan selama mereka tidak bertemu. Dari mata Mira tersirat binar2 cinta yang masih tersimpan untuk Fino. Jauh didalam hatinya Mira masih sangat mencintai Fino,meskipun Mira kini telah bersama Robi, pengganti Fino.
 2 minggu kemudian setelah pertemuan itu,entah untuk tujuan apa ketika Nia tak ada,Fino mengirim sebuah pesan singkat pada Mira

**Masihkah kamu mencintaku?**

Berulang kali logika Mira berfikir, dengan spontan Mira membalasnya

*Aku masih sangat mencintaimu*

Fino pun sangat terkejut dengan isi pesan singkat dari Mira. Balasan itu terlalu indah dari yang ia bayangkan. Tak pernah ia mengira jika Mira juga masih menyimpan cintanya. Berarti selama ini atak ada istilah cinta bertepuk sebelah tangan sepertia yang selalu ia fikirkan

Mira kembali mengirim pesan singkat untuk Fino

*Mungkinkah kita bisa kembali seperti dulu?*

Fino ragu dan berusaha mengalihkan pembicaraan,karena Mira tak tau jika dirinya sudah tak sendiri lagi.

**Kenapa dulu kamu meninggalkanku?
    Aku begitu merindukanmu…..**

 *Aku menderita kanker Fin,
  Waktuku tak banyak lagi
Aku tak mau kamu sia – siakan hidupmu
Hanya demi aku
Aku ingin kamu bisa dapatkan yang lebih baik dari aku
Kamu lebih pantas bahagia
Tanpa aku..*

**tapi aku bahagia jika bersamamu**

*ia…sekarang aku sudah menjalani pengobatan
Kemungkinan besar aku bisa sembuh kembali
Aku ingin dimiliki kamu lagi Fin..*

Fino semakin ragu, seperti mendapatkan kembali permata yang telah hilang,sedangkan ia sudah memiliki berlian yang lebih indah berkilau. Meskipun Fino sadar masih ada cinta untuk Mira , tapi bagaimanapun Nia dalah pilihan terakhir Fino.

**Maafkan aku Mira….
   Aku sudah memiliki dia
   Pengganti hatimu,aku segera menikah     dengannya
  Tapi aku cinta dia dan kamu…**

Itu adalah kata terindah sekaligus kata yang menyakitkan yang harus pernah ia dengar. Seberat apapun kenyataan itu ,Mira harus menerimanya, pernikahan bukanlah hal yang main – main,apalagi setelah Fino menyerahkan Kartu undangan yang bertuliskan tinta cinta untuknya.
 Bukankah dari awal memang ini yang aku mau, melihat dia bahagia bersama orang lain adalah kebahagiaan untukku juga. Tapi kenyataan memang selalu lebih pahit dari yang Mira fikirkan.  Keikhlasan melepaskan Fino adalah harga yang tak bisa dibayar dengan apapun juga.
Tepat satu bulan Fino menikah dengan Nia.Mira pun menikmati kebahagiaan diatas luka penyesalannya.
“untuk apa aku menyesal……” fikir Mira

1 tahun kemudian..

Tanpa sengaja Fino bertemu kembali dengan Mira, saat itu Mira juga masih belum menikah. Untuk apa lagi Tuhan mempertemukan  dirinya dan Fino. Mungkinkah Tuhan memberi kesempatan mereka untuk memperbaiki semua. Tapi itu tak mungkin Fino sudah ada yang memiliki , begitu pula dengan Mira yang telah bersama Robi.
Fino menyadari cintanya pada Mira masih tersimpan meskipun disudut hati yang paling dalam. Fino kembali mengobrak – abrik hati Mira. Entah kenapa juga Tuhan memberi jalan untuk mereka saling mencintai kembali dibalik Nia dan Robi. Kurang lebih 6 bulan Mira dan Fino menebar cinta mereka kembali
Mira juga sadar ,hubungan cintanya pada Fino tidak lain adalah sebuah bom waktu yag sewaktu – waktu akan meledak.jika itu terjadi pasti kesulitan akan menimpa Fino dan Mira tidak ingin Fino menderita. Demi cinta, Mira berhenti memegang hati Fino.dia merasakan bagaimana jika Mira juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Nia, sebelum bom waktu itu benar – benar  meledak Mira memutuskan untuk pergi dari Fino, menjauh dari bayang – bayang cinta yang membelenggu.

 2 tahun kemudian…..

“Tante, ambilin bolanya”..    teriak seorang anak kecil dengan terbata - bata didepan Mira


Mira tersenyum dan mengambilkan bola untuk anak lelaki  itu..
“gantengnya…anak siapa ini?”,,Tanya mira pada anak itu

Tanpa menjawab anak itu berlari kearah ibunya. Mira seakan mengenal ibu dari anak kecil itu. Wanita cantik itu tersenyum dan mengucapkan terimakasih lalu pergi membelakanginya.

“ Mira….”,
mira tertegun mendengar panggilan dari seseorang dari balik badannya. Mira mebalikkan badan, pria kurus tinggi itu membuat nadinya brdenyut lebih kencang, perasaan itu muncul kembali,perasaan yang sudah lama pernah mati.

“Mira….”.lelaki itu meraih kedua tangan mira.
Mata mira pun berkaca – kaca..mata itu terlalu lemah untuk menahan air mata.

“Aku masih sangat mencintaimu”…kata lelaki itu
Mira hanya diam lalu menghapus tetesan air matanya, kemudian menyambung kembali percakapan
“ Fino…aku….juga….masih…….”kata – kata Mira terputus ketika anak kecil tadi berkata dengan lugunya..
“Pa….pa……….”
Mira terbangun dari hanyutan perasaannya, Fino merangkul anak itu.
“Mir….ini Reski,,anakku…..”kata  Fino
Mira mencubit pipi Reski,dan membalikkan badan, baru saja Mira akan melangkahkan kaki. Fino meraih kembali tangan Mira dan memeluknya
 “aku mencintaimu Mira…..”
Reski berlari seakan ingin menceritakan cerita pada ibunya,tentang apa yang ayahnya lakukan pada wanita pengambil bola itu
Mira pun menangis dipelukan Fino, seraya berkata.

“ Tak ada banyak hal yang mampu membuatku lupa kalau akupun mencintaimu,tapi keadaan sudah sangat jauh berbeda”

“Mira kita bisa memperbaikinya dari awal..bukankah cinta itu adalah anugerah dari Tuhan,kita berhak menikmati cinta itu Mir”

“Tapi kamu tidak sendiri lagi, cinta tak selamanya harus memiliki Fin,sekarang hiduplah dengan hidupmu, cintailah dia yang telah mencintaimu”

“Tapi Mir…….””

“Fin…..Jika memang kita terlahir untuk bersama,sudah sejak awal Tuhan tidak semudah itu memisahkan kita, aku menyesal telah menyia – nyiakanmu,, sekarang kulepakan kamu,biarkan aku hidup dalam kenanganmu, mungkin hanya dengan mengenangmu aku bisa mencintaimu”

Mira melepaskan pelukannya dan pergi dari Fino.meninggalkan seberkas cinta yang masih memeluk hatinya.