Masalah berat badan anak memang sering bikin pusing para mommy
yang anaknya cenderung mungil. Padahal, sebenarnya BB bukanlah satu-satunya
patokan dalam melihat tumbuh kembang anak. Selama anak aktif dan lincah sih
ndak ada masalah.. Tapi, namanya juga ibu yang sayang sama anaknya, pastilah
ingin juga melihat si anak sehat, gemuk dan pertumbuhannya bagus..
Kemarin, waktu baca2 postingan di grup HHBF, liat pertanyaan dari mom Rizka Tri Kusuma, yang bertanya mengenai menu untuk nge-boost BB anak.. terus dapat jawaban dari mom Vanessa Sutopo yang mana jawabannya kayak gini :
“Ini saya kopas dr notesnya amitya koesnowadi a very inspiring women
1. Makan 3x, Buah 2x.
2. Untuk lauknya setiap hari usahakan ada daging merah, berat 80-100gr (1 porsi makan, terserah utk lunch or dinner).
3. Otak sapi 80-100 gr seminggu 2x.
4. Setiap hari campurkan dalam bubur atau timnya (saat sudah matang, sesaat sblm disantap baby) 1sdt extra virgin olive oil (misal b'fast), 1 cube unsalted cheese (misal lunch), 1 kotak unsalted butter (misal dinner).
5. Komposisi karbo vs lauk dan sayur 50:50. Krn karbo bisa boost berat badan. Misal karbo 4sdm, lauk 2sdm, sayur 2sdm.
6. Setiap hari 1x buah adalah buah alpukat (sebelah ~ 4-5 sdm).
7. Konsumsi sayuran yang kaya zat besi spt brokoli, bayam. Akhiri dengan buah yg mengandung vit. C.
8. Air putih sehabis makan bubur/buah maksimal 30cc, lanjut ASI bila baby msh haus.
9. Waktu dinner didekatkan dgn waktu tidur baby.
10. Tetap menyusui baby setiap 2 jam saat malam hari.”
Lanjut lagi, mom Vanessa kasi jawaban begini :
“Saya kopas dr notes yg sama ya:
1. Stop membandingkan baby kita dengan baby orang lain bahkan dengan saudara kandungnya baby. Mengapa? Bcoz every baby is UNIQUE!
2. Perlu disadari bahwa "buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Kalau salah satu atau kedua orang tua baby berukuran mungil (seperti saya), maka besar kemungkinan untuk mempunyai baby yg mungil juga. Begitupun sebaliknya.
3. Jangan hanya terpaku pada penambahan berat badan baby, krn indikator lain seperti panjang badan baby dan lingkar kepala baby sama pentingnya untuk dimonitor.
4. MONITORlah BERAT badan, TINGGI badan, dan LINGKAR KEPALA baby dengan menggunakan GROWTH CHART. Selama pertumbuhan/pergerakan masih didalam kurva/percentile yg sama, tidak perlu khawatir. Bila berat badan tetap, namun tinggi badan dan lingkar kepala bertambah, tidak perlu khawatir.
5. Bila ada orang atau bahkan DSA berkata, "ASIP sdh ga bagus kualitasnya bila baby sdh >4 bulan" atau statement apapun yg menyebutkan ASIP tidak dapat memenuhi kebutuhan baby, yakinlah bahwa ASI adalah minuman dan makanan terbaik bagi baby.
6. Syukurilah segala sesuatu yang ada pada diri setiap anak. Gemuk, kurus, langsing, asalkan anak kita sehat dan ceria, itulah anugerah terindah dari Allah SWT.
Saat baby berusia <1thn, ASI menjadi kebutuhan dan asupan utama baby. Oleh karenanya makanan baby usia <1thn disebut MPASI (Makanan Pendamping ASI), dimana makanan hanyalah "pendamping", bukan asupan utama baby. Jadi intinya saya sangat setuju dengan dokter atau literature yg menyarankan untuk memperbanyak pemberian ASI guna menaikkan berat badan baby
Kemarin, waktu baca2 postingan di grup HHBF, liat pertanyaan dari mom Rizka Tri Kusuma, yang bertanya mengenai menu untuk nge-boost BB anak.. terus dapat jawaban dari mom Vanessa Sutopo yang mana jawabannya kayak gini :
“Ini saya kopas dr notesnya amitya koesnowadi a very inspiring women
1. Makan 3x, Buah 2x.
2. Untuk lauknya setiap hari usahakan ada daging merah, berat 80-100gr (1 porsi makan, terserah utk lunch or dinner).
3. Otak sapi 80-100 gr seminggu 2x.
4. Setiap hari campurkan dalam bubur atau timnya (saat sudah matang, sesaat sblm disantap baby) 1sdt extra virgin olive oil (misal b'fast), 1 cube unsalted cheese (misal lunch), 1 kotak unsalted butter (misal dinner).
5. Komposisi karbo vs lauk dan sayur 50:50. Krn karbo bisa boost berat badan. Misal karbo 4sdm, lauk 2sdm, sayur 2sdm.
6. Setiap hari 1x buah adalah buah alpukat (sebelah ~ 4-5 sdm).
7. Konsumsi sayuran yang kaya zat besi spt brokoli, bayam. Akhiri dengan buah yg mengandung vit. C.
8. Air putih sehabis makan bubur/buah maksimal 30cc, lanjut ASI bila baby msh haus.
9. Waktu dinner didekatkan dgn waktu tidur baby.
10. Tetap menyusui baby setiap 2 jam saat malam hari.”
Lanjut lagi, mom Vanessa kasi jawaban begini :
“Saya kopas dr notes yg sama ya:
1. Stop membandingkan baby kita dengan baby orang lain bahkan dengan saudara kandungnya baby. Mengapa? Bcoz every baby is UNIQUE!
2. Perlu disadari bahwa "buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Kalau salah satu atau kedua orang tua baby berukuran mungil (seperti saya), maka besar kemungkinan untuk mempunyai baby yg mungil juga. Begitupun sebaliknya.
3. Jangan hanya terpaku pada penambahan berat badan baby, krn indikator lain seperti panjang badan baby dan lingkar kepala baby sama pentingnya untuk dimonitor.
4. MONITORlah BERAT badan, TINGGI badan, dan LINGKAR KEPALA baby dengan menggunakan GROWTH CHART. Selama pertumbuhan/pergerakan masih didalam kurva/percentile yg sama, tidak perlu khawatir. Bila berat badan tetap, namun tinggi badan dan lingkar kepala bertambah, tidak perlu khawatir.
5. Bila ada orang atau bahkan DSA berkata, "ASIP sdh ga bagus kualitasnya bila baby sdh >4 bulan" atau statement apapun yg menyebutkan ASIP tidak dapat memenuhi kebutuhan baby, yakinlah bahwa ASI adalah minuman dan makanan terbaik bagi baby.
6. Syukurilah segala sesuatu yang ada pada diri setiap anak. Gemuk, kurus, langsing, asalkan anak kita sehat dan ceria, itulah anugerah terindah dari Allah SWT.
Saat baby berusia <1thn, ASI menjadi kebutuhan dan asupan utama baby. Oleh karenanya makanan baby usia <1thn disebut MPASI (Makanan Pendamping ASI), dimana makanan hanyalah "pendamping", bukan asupan utama baby. Jadi intinya saya sangat setuju dengan dokter atau literature yg menyarankan untuk memperbanyak pemberian ASI guna menaikkan berat badan baby