PELARIAN HATI
Mira buru – buru berlari menuju tempat duduknya.
“Jam dirumah loe rusak? jam segini loe baru datang”, Tanya Nana teman sebangkunya
“ha..ha..ha, iya kemarin gw belajar buat ulangan ntar,jadi bangunnya kesiangan dah”. Jawab Mira begitu sumringah,dengan tawa lebar di bibir manisnya.
“Serius loe belajar?,belajar telponan kali?”
“iya serius…,serius telponan maksudnya,hehe…”, bisik Mira
“Emang kemarin Alex telpon loe?gimana katanya?,kapan dia pulang?”
“Minggu depan,gak sabar gue pengen ketemu dia”
Percakapan itu terhenti ketika Guru mulai
datang dan ulangan pun dimulai.
Semua berjalan lancar seperti biasanya, Alex pun datang menemui Mira,cewek yang dipacarinya hampir 1 setengah tahun semenjak ia mesti melanjutkan kuliah di luar kota. Alex begitu menyayangi Mira, Mira begitu periang dan menyenangkan. Itulah sebabnya Alex sanggup menanti Mira sampai ia lulus SMK nanti dan kuliah di universitas yang sama dengannya.
Semua berjalan lancar seperti biasanya, Alex pun datang menemui Mira,cewek yang dipacarinya hampir 1 setengah tahun semenjak ia mesti melanjutkan kuliah di luar kota. Alex begitu menyayangi Mira, Mira begitu periang dan menyenangkan. Itulah sebabnya Alex sanggup menanti Mira sampai ia lulus SMK nanti dan kuliah di universitas yang sama dengannya.
Hari berganti hari kini
usia pacaran mereka nyaris 2 tahun. Mira akhirnya mengikuti magang di sebuah
perusahaan.
“Kamu anak magang baru, tolong ya fotocopiin data ini!”,suruh seorang pegawai di perusahaan itu.
Mira terbelalak memandang pegawai di perusaahan itu, cakep banget, lebih dari Alex
“Nama Kamu siapa?”
Mira diam sambil mengambil data yang diserahkan cowok itu.
“Halooo..nama kamu siapa?”, cowok itu bertanya kembali
“Haahh….ia pak,nama saya Mira yunita” jawab Mira kelabakan
“Ya udah fotocopy data itu dan bawa keruangan saya segera”
“iya pak.jawab Mira
Mira merasakan cowok itu adalah cowok sejati dan mapan, hati Mira rasanya diketuk – ketuk untuk mengikuti cowok itu. Data telah dfotocopy dan diserahkan.
“Kamu anak magang baru, tolong ya fotocopiin data ini!”,suruh seorang pegawai di perusahaan itu.
Mira terbelalak memandang pegawai di perusaahan itu, cakep banget, lebih dari Alex
“Nama Kamu siapa?”
Mira diam sambil mengambil data yang diserahkan cowok itu.
“Halooo..nama kamu siapa?”, cowok itu bertanya kembali
“Haahh….ia pak,nama saya Mira yunita” jawab Mira kelabakan
“Ya udah fotocopy data itu dan bawa keruangan saya segera”
“iya pak.jawab Mira
Mira merasakan cowok itu adalah cowok sejati dan mapan, hati Mira rasanya diketuk – ketuk untuk mengikuti cowok itu. Data telah dfotocopy dan diserahkan.
Sebulan sudah Mira magang di
perusahaan itu, Mira akhirnya tau kalo cowok yang ia taksir itu adalah pegawai
senior bernama Rio.Mira berusaha mencuri perhatian Rio,yang akhirnya membuat
mereka semakin akrab, itu membuat Mira sampai lupa mempunyai hubungan jarak
jauh dengan Alex kekasihnya. Hubungannya dengan Alex mulai renggang, namun hubungannya
dengan Rio semakin dekat. tepat saat itu pula Alex merasa tau kalo Mira banyak berubah ,Alex
banyak bertanya pada Mira dan meminta Mira untuk pindah tempat magang.
“Belakangan koq kamu cuek banget Mir,kamu gak kaya biasanya,kalo cuek gini terus,aku curiga kamu ada apa – apa ditempat magang kamu”
maksud kamu?”
“ya…..”
Mira memenggal perkataan Alex
“Kamu curiga….?,aku disana magang, kamu fikir aku ngapaen disana?”
“Iya,kamu pasti selingkuh kan ama temen magang disana?udah kamu pindah magang aja..,tapi kalo kamu pindah tempat magang, pasti kejadiannya sama juga, kamu terlalu kecentilan jadi cewek!”
“Maksud kamu apa kecentilan??,aku tu cari nilai ditempat magang, enak aja minta pindah – pindah, emang perusahaan itu milik nenek moyang lo!”
Alex dan Mira akhirnya selalu bertengkar dengan topic yang hampir selalu sama , itu membuat mereka makin menjauh dan jauh.
Ditempat maggang Mira tetap menebar pesona pada Rio, disisi lain Rio baru saja memiliki pacar bernama Diana,mereka baru saja menjadi sepasang kekasih. Diana adalah cewek berpenampilan sederhana dan apa adanya. Rio menjadikan Diana pacar hanya karena ia menghargai kakaknya yang menjodohkannya dengan Diana.
“Rio, tau gak Aku sayang banget sama kam” Kata Diana saat mereka berdua berkencan
“Iya..aku tau, aku bisa lihat kebahagiaan itu dimatamu”
“tapi kenapa aku tak bisa melihat cinta dimatamu ?tanya Diana
“Oya,..?itu hanya perasaanmu saja koq ,perasaanku sama seperti apa yang kamu rasakan saat ini.”
Diana tersenyum lembut. Memeluk Rio dengan penuh bahagia. Tiba – tiba hanphone Rio berdering, rupanya Mira menelpon Rio dan mengatakan ia sudah putus dengan Alex.
“telpon dari siapa Rio?”, Diana penasaran
“ini dari Mira anak magang di kantor,katanya dia baru putus sama pacarnya”
“iya terus koq laporan ke kamu..?,pacarin aja gi…!”
“Gak lah sayang ,dia masih sekolah,lagian dia udah kaya adik aku sendiri, di kantor tu aku dah dijadiin tempat curhatan mereka, masalah mereka dipercayain ke aku.,gitu,jangan cemburu gitu”
“iya deeh,,,tapi ingat kamu jangan terlalu sibuk nasehatin orang, ntar kamu gak punya waktu untuk nasehatin diri kamu sendiri, atau malah kamu gak punya waktu untuk aku,saking sibuknya dengan urusan orang lain.”
“iya sayaang, aku gak kaya gitu koq, aku masih punya banyak waktu utnuk kamu…”jawab Rio.
Hari senin datang, artinya Rio mulai sibuk bekerja kembali, ia Nampak bersemangat belakangan ini, mungkin dibalik ini karena ada Mira, anak magang yang manis dan lucu. Dan sepertinya ada ketertarikan antara Rio dan Mira. Mereka seperti saling menyukai, apalagi setelah Mira putus dengan Alex.
“Mira….sepertinya disini ada perasaan berbeda”,terang Rio sambil menunjuk kearah dadanya.
“Perasaan apa kak?”, Mira sering memanggil Rio dengan panggilan kakak, karena perbedaan umur beberapa tahun saja.
“Mira….kamu sayang gak ama diri kamu sendiri?”
“iya, sayang lah kak, koq nanya pertanyaan kaya gitu?”
“Kalo kamu sayang ama diri kamu sendiri, berarti kita sayang sama orang yang sama”
“maksud kakak?”, Mira pura – pura penasaran, padahal ia sangat mengerti dengan maksud Rio.
“aku sayang kamu Mir, kamu lucu, manis dan selalu bisa bikin aku merasa nyaman”
pipi Mira memerah malu mendengar pujian dari seniornya itu.
“kamu mau gak jadi pacar ku?”
“Beneran kak?”
“Iya bener,,kamu mau kan?”
“iya kak, aku mau jadi pacar kamu”
Rio terlihat begitu bahagia, Mira pun bisa mendapatkan cowok sebagai pengganti Alex.
“aku akan sangat bahagia memilikimu Mira”,kata Rio
Mira diam ,meskipun ia bahagia, tapi sebenarnya dihatinya begitu dilema ,apakah ia telah tepat menerima Rio, ditengah perpisahaannya dengan Alex. “Tidakkah ini hanya pelarian semata,karena aku masih sangat mencintai Alex”, fikirnya.
“Belakangan koq kamu cuek banget Mir,kamu gak kaya biasanya,kalo cuek gini terus,aku curiga kamu ada apa – apa ditempat magang kamu”
maksud kamu?”
“ya…..”
Mira memenggal perkataan Alex
“Kamu curiga….?,aku disana magang, kamu fikir aku ngapaen disana?”
“Iya,kamu pasti selingkuh kan ama temen magang disana?udah kamu pindah magang aja..,tapi kalo kamu pindah tempat magang, pasti kejadiannya sama juga, kamu terlalu kecentilan jadi cewek!”
“Maksud kamu apa kecentilan??,aku tu cari nilai ditempat magang, enak aja minta pindah – pindah, emang perusahaan itu milik nenek moyang lo!”
Alex dan Mira akhirnya selalu bertengkar dengan topic yang hampir selalu sama , itu membuat mereka makin menjauh dan jauh.
Ditempat maggang Mira tetap menebar pesona pada Rio, disisi lain Rio baru saja memiliki pacar bernama Diana,mereka baru saja menjadi sepasang kekasih. Diana adalah cewek berpenampilan sederhana dan apa adanya. Rio menjadikan Diana pacar hanya karena ia menghargai kakaknya yang menjodohkannya dengan Diana.
“Rio, tau gak Aku sayang banget sama kam” Kata Diana saat mereka berdua berkencan
“Iya..aku tau, aku bisa lihat kebahagiaan itu dimatamu”
“tapi kenapa aku tak bisa melihat cinta dimatamu ?tanya Diana
“Oya,..?itu hanya perasaanmu saja koq ,perasaanku sama seperti apa yang kamu rasakan saat ini.”
Diana tersenyum lembut. Memeluk Rio dengan penuh bahagia. Tiba – tiba hanphone Rio berdering, rupanya Mira menelpon Rio dan mengatakan ia sudah putus dengan Alex.
“telpon dari siapa Rio?”, Diana penasaran
“ini dari Mira anak magang di kantor,katanya dia baru putus sama pacarnya”
“iya terus koq laporan ke kamu..?,pacarin aja gi…!”
“Gak lah sayang ,dia masih sekolah,lagian dia udah kaya adik aku sendiri, di kantor tu aku dah dijadiin tempat curhatan mereka, masalah mereka dipercayain ke aku.,gitu,jangan cemburu gitu”
“iya deeh,,,tapi ingat kamu jangan terlalu sibuk nasehatin orang, ntar kamu gak punya waktu untuk nasehatin diri kamu sendiri, atau malah kamu gak punya waktu untuk aku,saking sibuknya dengan urusan orang lain.”
“iya sayaang, aku gak kaya gitu koq, aku masih punya banyak waktu utnuk kamu…”jawab Rio.
Hari senin datang, artinya Rio mulai sibuk bekerja kembali, ia Nampak bersemangat belakangan ini, mungkin dibalik ini karena ada Mira, anak magang yang manis dan lucu. Dan sepertinya ada ketertarikan antara Rio dan Mira. Mereka seperti saling menyukai, apalagi setelah Mira putus dengan Alex.
“Mira….sepertinya disini ada perasaan berbeda”,terang Rio sambil menunjuk kearah dadanya.
“Perasaan apa kak?”, Mira sering memanggil Rio dengan panggilan kakak, karena perbedaan umur beberapa tahun saja.
“Mira….kamu sayang gak ama diri kamu sendiri?”
“iya, sayang lah kak, koq nanya pertanyaan kaya gitu?”
“Kalo kamu sayang ama diri kamu sendiri, berarti kita sayang sama orang yang sama”
“maksud kakak?”, Mira pura – pura penasaran, padahal ia sangat mengerti dengan maksud Rio.
“aku sayang kamu Mir, kamu lucu, manis dan selalu bisa bikin aku merasa nyaman”
pipi Mira memerah malu mendengar pujian dari seniornya itu.
“kamu mau gak jadi pacar ku?”
“Beneran kak?”
“Iya bener,,kamu mau kan?”
“iya kak, aku mau jadi pacar kamu”
Rio terlihat begitu bahagia, Mira pun bisa mendapatkan cowok sebagai pengganti Alex.
“aku akan sangat bahagia memilikimu Mira”,kata Rio
Mira diam ,meskipun ia bahagia, tapi sebenarnya dihatinya begitu dilema ,apakah ia telah tepat menerima Rio, ditengah perpisahaannya dengan Alex. “Tidakkah ini hanya pelarian semata,karena aku masih sangat mencintai Alex”, fikirnya.
Esok harinya Rio
pun menemui Diana, dan meminta berpisah dengan Diana, yang baru saja ia pacari
beberapa minggu lalu.
“Diana…,aku bakal keluar kota”
“iya ,terus kenapa, kita kan bisa komunikasi lewat handpone atau jejaring social, koq kamu ngomongnya gitu ,kaya mau pergi jauh banget”
“iya…. Aku memang bakal pergi jauh..”
“gak apa- apa Rio, aku pasti tungguin kamu koq, aku pasti setia untuk kamu”
“masalahnya bukan itu, aku gak mau membebani kamu, aku gak mau kamu terlalu lama dalam penantian”
“aku makin gak ngerti ama apa yang kamu omongin”
“aku pengen sebelum aku pergi, aku menyelesaikan semuanya,aku pengen kamu tenang tanpa penantian”
“gimana caranya…”
“Maafin aku Diana, aku harus pergi membawa hatiku juga, aku mau kita akhiri hubungan kita sampai disini saja.”
Diana tak menjawab, membungkam adalah jalan yang ia pilih, tanpa bertanya lagi Diana lalu berlari meninggalkan Rio
“Maafin aku Diana” teriak Rio.
Gak terasa sekarang udah 2 bulan Mira dan Rio resmi pacaran, Mira selesai magang dan Rio dipindahtugaskan ke luar kota, Rio baru boleh pulang 1 tahun lagi, karena urusan kantor yang harus ia selesaikan. Ditengah kesibukannya Mira masih bertahan dalam penantian, meskipun saling berkomunikasi ,Mira merasa kesepian tanpa Rio, sampai akhirnya Alex kembali datang mengusik hati Mira, tanpa sadar Mira kembali jatuh cinta pada Alex, dan tidak bisa dipungkiri kalalu ia masih sangat mencintai Alex, bahkan ketika ia menerima Rio sekalipun, baginya Rio hanya pelarian semata, setelah ia kehilangan sosok Alex.
1 tahun sudah berlalu, hari ini adalah hari yang Rio tunggu, ia akan pulang menemui Mira, yang sangat ia rindukan. Tapi dirumah Mira saat itu ada cowok lain, yang tak lain adalah Alex.
“Mira….siapa cowok ini?”Tanya Rio yang baru saja sampai
“gue Alex cowoknya Mira…”jawab Alex
“loh…apa-apaan ini Mir, apa yang kamu lakuin dibelakang aku selama ini?,bukankah kamu berjanji menungguku…”
Mira bingung mengungkapkan perasaannya, Mira tentu saja sangat mencintai Alex,tapi ia tak bisa mengungkapan seterus terang itu pada Rio, cowok yang juga sangat mencintainya
“Jadi kamu ngeduain aku selama ini?, …Mir, sekarang kamu jelasin apa mau kamu..!”,bentak Rio
“Kak Rio, aku memang menyukaimu kak, tapi aku jauh lebih mencintai Alex. Meskipun awalnya kita saling tertarik,tapi Aku baru sadar Aku menerima kakak hanya karena aku kehilangan sosok alex saja,kakak……hanya pelarian hatiku…..”
“aku seperti peran pengganti buat kamu!,hebat kamu Mir,, kamu sudah sangat pintar mempermainkan perasaan orang lain”
“Maafin aku kak,,aku pengen sama Alex kak, dia yang selama ini menemani hari –hariku”
Meskipun penantian itu berbuah pahit,Rio pun dengan sakit hati menerima perlakuan Mira ,tapi ia sempat mengingat Diana, yang pernah ia sia –siakan demi mengejar Mira,
“Diana….” Panggil Rio ketika menemui Diana
“Rio….”, Diana mengahmpiri Rio dan menjabatkan tangannnya.
“Apa kabar kamu?”
“Aku baik – baik saja !”
“Gimana hubungan kamu ama Mira..?”
“koq kamu tau Mira?”
“Mira itu sepupu aku ,Mira sendiri cerita sama aku, dia juga udah certain semuanya ke aku,saat itu aku sadar, kamu hanya anggap aku itu Cuma batu loncatan untuk menemui cinta yang lain.”
“Tapi itu dulu Ra, sekarang Mira udah kembali bersama Alex, Mira hanya menganggapku sebagai pelarian semata,”
“gimana perasaanmu mengetahui kamu hanya pelarian?sakit kan?”
“iya sakiit ….”
“itu juga yang pernah aku alami ketika kamu pergi tinggalkan aku karena mengejar Mira. Meskipun karma itu sudah sangat jauh datangnya, tapi kamu sekarang kamu tahu gimana rasa sakit itu”
Rio meraih tangan Diana dan berkata
“Maafin aku Ra, biarlah itu jadi masa lalu, sekarang kita perbaiki semua, dan mulai dari awal lagi,aku masih sayang padamu”
“Gak Rio, pelarian hati itu sangat menyakitkan,…lebih baik aku sendiri, daripada aku menghabiskan waktuku denganmu,aku gak mau kembali jadi pelarianmu lagi setelah kamu kehilangan Mira, sekarang kita jalani saja hidup kita masing – masing ya!”
“Tapi Aku mau bersamamu ana, ,”
“Gak Rio, itu hanya ucapan mu sementara, jika besok kamu menemui cewek yang lebih sempurna dari aku, kamu pasti juga akan lakukan hal yang sama lagi.jadi udahlah,lebih baik aku sendiri”
Rio tak bisa berkata banyak, rasa sakitny tertumpuk –tumpuk dihatinya , ia telah kehilangan Mira dan Diana, hanya karena pelarian hati.
“Rio…,Kamu boleh aja permainkan perasaan orang, kamu boleh saja mencintai dan memutuskan hubungan dengan seseorang sesuka hatimu, tapi ingat ketika karma itu datang, kamu baru akan sadar,gimana rasa sakit orang yang telah kamu permainkan!”.tutur Diana seraya melepaskan pegangan tangan Rio.
“Diana…,aku bakal keluar kota”
“iya ,terus kenapa, kita kan bisa komunikasi lewat handpone atau jejaring social, koq kamu ngomongnya gitu ,kaya mau pergi jauh banget”
“iya…. Aku memang bakal pergi jauh..”
“gak apa- apa Rio, aku pasti tungguin kamu koq, aku pasti setia untuk kamu”
“masalahnya bukan itu, aku gak mau membebani kamu, aku gak mau kamu terlalu lama dalam penantian”
“aku makin gak ngerti ama apa yang kamu omongin”
“aku pengen sebelum aku pergi, aku menyelesaikan semuanya,aku pengen kamu tenang tanpa penantian”
“gimana caranya…”
“Maafin aku Diana, aku harus pergi membawa hatiku juga, aku mau kita akhiri hubungan kita sampai disini saja.”
Diana tak menjawab, membungkam adalah jalan yang ia pilih, tanpa bertanya lagi Diana lalu berlari meninggalkan Rio
“Maafin aku Diana” teriak Rio.
Gak terasa sekarang udah 2 bulan Mira dan Rio resmi pacaran, Mira selesai magang dan Rio dipindahtugaskan ke luar kota, Rio baru boleh pulang 1 tahun lagi, karena urusan kantor yang harus ia selesaikan. Ditengah kesibukannya Mira masih bertahan dalam penantian, meskipun saling berkomunikasi ,Mira merasa kesepian tanpa Rio, sampai akhirnya Alex kembali datang mengusik hati Mira, tanpa sadar Mira kembali jatuh cinta pada Alex, dan tidak bisa dipungkiri kalalu ia masih sangat mencintai Alex, bahkan ketika ia menerima Rio sekalipun, baginya Rio hanya pelarian semata, setelah ia kehilangan sosok Alex.
1 tahun sudah berlalu, hari ini adalah hari yang Rio tunggu, ia akan pulang menemui Mira, yang sangat ia rindukan. Tapi dirumah Mira saat itu ada cowok lain, yang tak lain adalah Alex.
“Mira….siapa cowok ini?”Tanya Rio yang baru saja sampai
“gue Alex cowoknya Mira…”jawab Alex
“loh…apa-apaan ini Mir, apa yang kamu lakuin dibelakang aku selama ini?,bukankah kamu berjanji menungguku…”
Mira bingung mengungkapkan perasaannya, Mira tentu saja sangat mencintai Alex,tapi ia tak bisa mengungkapan seterus terang itu pada Rio, cowok yang juga sangat mencintainya
“Jadi kamu ngeduain aku selama ini?, …Mir, sekarang kamu jelasin apa mau kamu..!”,bentak Rio
“Kak Rio, aku memang menyukaimu kak, tapi aku jauh lebih mencintai Alex. Meskipun awalnya kita saling tertarik,tapi Aku baru sadar Aku menerima kakak hanya karena aku kehilangan sosok alex saja,kakak……hanya pelarian hatiku…..”
“aku seperti peran pengganti buat kamu!,hebat kamu Mir,, kamu sudah sangat pintar mempermainkan perasaan orang lain”
“Maafin aku kak,,aku pengen sama Alex kak, dia yang selama ini menemani hari –hariku”
Meskipun penantian itu berbuah pahit,Rio pun dengan sakit hati menerima perlakuan Mira ,tapi ia sempat mengingat Diana, yang pernah ia sia –siakan demi mengejar Mira,
“Diana….” Panggil Rio ketika menemui Diana
“Rio….”, Diana mengahmpiri Rio dan menjabatkan tangannnya.
“Apa kabar kamu?”
“Aku baik – baik saja !”
“Gimana hubungan kamu ama Mira..?”
“koq kamu tau Mira?”
“Mira itu sepupu aku ,Mira sendiri cerita sama aku, dia juga udah certain semuanya ke aku,saat itu aku sadar, kamu hanya anggap aku itu Cuma batu loncatan untuk menemui cinta yang lain.”
“Tapi itu dulu Ra, sekarang Mira udah kembali bersama Alex, Mira hanya menganggapku sebagai pelarian semata,”
“gimana perasaanmu mengetahui kamu hanya pelarian?sakit kan?”
“iya sakiit ….”
“itu juga yang pernah aku alami ketika kamu pergi tinggalkan aku karena mengejar Mira. Meskipun karma itu sudah sangat jauh datangnya, tapi kamu sekarang kamu tahu gimana rasa sakit itu”
Rio meraih tangan Diana dan berkata
“Maafin aku Ra, biarlah itu jadi masa lalu, sekarang kita perbaiki semua, dan mulai dari awal lagi,aku masih sayang padamu”
“Gak Rio, pelarian hati itu sangat menyakitkan,…lebih baik aku sendiri, daripada aku menghabiskan waktuku denganmu,aku gak mau kembali jadi pelarianmu lagi setelah kamu kehilangan Mira, sekarang kita jalani saja hidup kita masing – masing ya!”
“Tapi Aku mau bersamamu ana, ,”
“Gak Rio, itu hanya ucapan mu sementara, jika besok kamu menemui cewek yang lebih sempurna dari aku, kamu pasti juga akan lakukan hal yang sama lagi.jadi udahlah,lebih baik aku sendiri”
Rio tak bisa berkata banyak, rasa sakitny tertumpuk –tumpuk dihatinya , ia telah kehilangan Mira dan Diana, hanya karena pelarian hati.
“Rio…,Kamu boleh aja permainkan perasaan orang, kamu boleh saja mencintai dan memutuskan hubungan dengan seseorang sesuka hatimu, tapi ingat ketika karma itu datang, kamu baru akan sadar,gimana rasa sakit orang yang telah kamu permainkan!”.tutur Diana seraya melepaskan pegangan tangan Rio.
