Rabu, 03 April 2024

 18 Agustus 2023 Hari pertama aku menginjakan kaki dengan pakain putih hitam sebagai salah satu peserta pelantikan PPPK. setelah sekian kali aku mengalami kegagalan setiap kali menjalani proses pencarian cpns. Mimpi dari sekian purnama yang bisa aku raih. begitu bangga rasanya menjalani karpet merah ditemani suami dengan senyum bangganya. maish terbayang perasaan itu. rasa bahagia bercampur bangga. hanya saja aku harus kerja dengan jarak yang cukup jauh, sekitaran 30 meit dari rumah. sebulan, 2 bulan dan 3 bulan berlalu. akhirnya aku melewati masa - masa kerja ku ditempat baru (DINAS ***) . Dari akhir bulan juli hingga awal oktober adalah masa - masa berat untukku. karena aku mengalami sakit yang tak kunjung sembuh. mulai sakit magh sampai keputihan, nyeri di payu*d**a. sampai akhirnya aku ke berbagai dokter. minum obat semua yang diberi dokter agar aku cepat sembuh dan bisa kerja bolak balik.

awal oktober aku ke prodia untuk cek keputihan, katanya sih aman dan tidak ada masalah akhirnya aku periksa ke spog untuk memberikan hasil cek lab keputihanku, hingga akhir aku di usg dan hasilnya sangat mengejutkan aku dinyatakan hami. pada akhirnya doa yang selalu kupanjatkan kehadapan Tuhan ditiap aku bersujud telah dikabulkan. program hamil yang kujalani dari awal januari 2021 kemudian di tahun 2022 . yang pada akhirnya dokter menyerah dan mengatakan aku sulit hamil karena posisi rahimku yang agak berbeda pasca secar di anak pertama. aku diminta untuk mengumpulkan uang agar bisa melakukan inseminasi aau bayi tabung. oooh tidak  itu rasanya sudah sangat jauh dari jangkauanku. hinggal akhirnya akhir tahun 2022 sampai 2023 aku dan suami pasrah tanpa lagi memutuskan untuk melakukan program hamil, kami hanya ingin menikmati pernikan kami dengan 1 anak saja. 

ditahun 2023 tepatnya  Dari akhir bulan juli aku mengalami sakit yang berlarut -larut dari magh, keputihan dan nyeri di payudara. saking bodohnya kau aku tidak menyadari semua itu, berbagi oabt telah aku minum mula dari obat keputihan, obat magh, sakit kepala . aku berpikir agar aku cepat sembuh saja. bulan juli, agustus, september dan awal oktober ahirnya aku periksa lagi , ternyata dokter membuatku terkejut, aku dan suami kala itu dikejutkan karena aku hami , setelah sekian purnana , 7 tahun berlalu akhirnya aku bis hamil. sempat menangis saking bahagianya. dan suami begitu bahagianya apalagi kami sudah dikabari bahwa anak kami adalah laki - laki. itu adalah kebahagiaan yang luar biasa. 

kujaga dia dengan tidak pernah lupa memeriksakan diri ke dokter, bidan. vitamin terbaik telah kuminum demi yang terbaik buat calon buah hatiku. tepatnya setelah mengetahui kehamilanku , perlahan -lahan aku mulai merasa takut karena awal TM 1 aku tidak menjaga pola makan, minum obat sembarangan dan tidak minum vitamin unutk janinku. ketakutan - ketakutan itu selalu menjadi jadi membuat aku takut janinku kenapa napa. semakin - hari wajahku mebengkak disertai hidung membesar tangan membesar dan kaki pun membengkak. sampai jari -jariku sudah tidak bisa mengepal lagi karena kesemutan yang luar biasa. bahkan aku tidak bisa mengendarai motor lagi. sumai selalu siap siaga utnuk antar jemput ku ke tempat kerja yang lumayan jauh dari rumah. 

Bulan desember 2024 semua masih baik - baik saja  , hanya saja semua bengkak itu semakin bertambah.  kemudian di tanggal 19 Januari 2024 aku kembali ke bidan , tiba - tiba tensiku tinggi , dengan badan yang sangat bengkak dan kenaikan berat badan yang mencapai 6 kg. aku lalu diirujuk ke rumah sakit. mengalami opname di masa kehamilan bukanlah keinginanku. sekitar tiga harian aku di opname dan boleh pulang namun dianjurkan untuk bedrest. setelah bedrest itu aku kembali bekerja dengan diantar suami. mungkin didalam alam bawah sadarku aku mengalami stres yang luar biasa, makanan yang kurang terjaga  mengajar waktu kerja dan mengendalikan tubuhku yang terus membengkak. pertengahan bulan februari aku kembali mengalami pendarahan , tepat darah itu mengalir hujan deras menerpa ,itu sangat berbarengan terjadi.  aku segera lagi masuk rumah sakit , disana kata dokter aku mengalami plasenta previa yang bisa mnyebabkan pendarahan. setelah selesai diopname sekitar 4 harian, aku kembali dibolehkan pulang dengan anjuran utnuk bedrest kembali. tepatnya 14 februari 2024 aku pulang rumah sakit dan malamnya suami kembali sibu dngan urusan pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan dan sangat tidak bisa ia tinggalkan. padahal aku ingin sekali ditemani. tanggal 15 janin masih aktif namun siang harinya gerakannya melemah, tanggal 16 adik juga masih kurang gerak, aku tidak bisa merasakan tendakan - tendangan kecilnya. sehingga aku menunggu suami agar tidak sibuk dengan pekerjaanya. sorenya dia bisa mengantarkanku ke rumah sakit tempat biasa kuperiksa. kata dokter semua baik - baik saja asalkan Detak janin bayiku masih ada. malamnya aku pulang dengan sempat beli nasi goreng dan jus alpukat di angkringan. aku sempat diberikan alat dopller untuk bisa mengetahui DJJ janinku. jam 12 malam aku ingat betul djj anaku masih ada dan semua terasa baik baik saja. aku ingat kata dokter kalau tensiku masih tinggi , adek akan dilahirkan 2 minggu kemudian. aku sudah tidak sabar ketemu dedek bayi. jam 02.00 aku terbangun tak bisa tidur dan ku cek kembali DJJ janinku dengan alat dopler itu , tapi berkali - kali ku cek tak bisa lagi kudengar detak jantungnya , berusaha positip semua baik - baik saja. pagi hari jam 08.00 badan terasa lesu suami menyuapiku 2 sendok makan nasi . dan nafsu makan itu sudah tidak ada. kalau aku bisa tidak bernafas, aku ingin tidak bernafas saja. semua terasa suram , seperti tidak ada darah lagi yang mengalir di tubuhku. perlahan kulakngkahkan kakiku dengan suami. sampai dipuskesmas sempat ada bidan yang mengomel dengan keadaanku.  perasaan yang campur aduk , usg kembali dilakukan , tapi aku melihat raut wajah bidan itu sudah menyembunyikan sesuatu, dokter kembali meyakinkan melakukan usg. itu seperti mimpi , seperti cerita sinettron kata - kata dokter itu melumpukan semua ototku. bahkan aku menangis juga tak bisa. masih kuingat bunyi sirine ambulan aku dengan suamiku diboyong ke RSU yang lebih besar. kateter yang tadi dimasukan dicabut lagi lalu aku di USG , Kata maaf dokter itu rasanya menusuk dihatiku, suami berusaha menguatkan , tapi aku lihat dia bahkan lebih lemah dari aku. kata maaf hanya bisa keluar dari mulutku. kupegang tangannnya dan kusematkan kata maaf. kulihat matanya memerah, kulihat badannya yang kurus begitu lesu. aku tahu dia begitu sanagat mengidamkan adek . pengorbanannya selama menjagaku hamil begitu besar. setiap malam tak ada 1 haripun ia lupa memijatkan kakiku. tidak ada 1 haripun dia melewatkan untuk mengantar jemputku bekerja. segera aku diboyong ke ruang operasi , seperti berat ia melepasku ke ruang operasi dia mencium keningku dan mengecup bibirku seakan menguatkan badanku yang sudah tak berdaya. ku pasrahkan badan ini di eksekusi oleh doketr dokter diruangan operasi itu.  1 jam berlalu tanpa ada tangisan bayi lagi, adek bayi sudah dibawa keluarga untuk disemayamkan. aku sudah tak berdaya menggigil di ruang ICU. Tak bisa kubayangkan itu menjadi cerita pahit dalam hidupku, preklamsia yang tidak bisa menyelamatkan adek bayiku. adek bayiku begitu disayangi  Tuhan. Ia lebih dahulu masuk sorga. dia begitu mengejutkan ku dengan ketidaktahuanku terhadap kehamilanku dan ia juga mengejutkanku dengan kehilangnnya dia. 3 hari ibu masih berjuang dengan luka seccar dek, tapi adek sudah bersemayam tanpa ibu bisa lihat. ibu hanya bisa mengenangmu lewat foto yang diperlihatkan. 

usai pulang rumah sakit, luka hati dan luka bekas operasi masih perih , aku dan suami kusempatan ke pusaran anakku. tidak terasa air mata menetes , aku menangis sebisanya minta maaf aku tidak bisa menjaganya dengan baik, aku lalai. aku jahat.  

jika mamak bisa mengulang kembali waktu, aku ingin kembalikan setiap kesalahan yang mamak lakukakan, kesalahan mamak tidak bisa menjaga adek dengan baik. tetap kata seandainya terngiang -ngiang dipikiran mamak. 

terimakasih adek sudah hadir diperut mamak, adek sudah mengabulkan mimpi mamak untuk memiliki anak laki - laki yang bergerak gerak di perut mamak. walau adek tak sempat menampilkan wajah adek untuk mamak. seandainya adek ada, mamak bapak kakak  akan jadi kita dengan penuh kebahagiaan. mamak sayang adek. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar